Sabtu, 21 Maret 2009

Potensi Perairan Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan dan 70% wilayahnya merupakan lautan yang mempunyai potensi sangat besar dalam pembangunan ekonomi baik secara nasional maupun regional. Hampir seluruh daerah propinsi di Indonesia mempunyai wilayah lautan, hal ini memberi peluang yang besar kepada daerah propinsi untuk mengembangkan potensi kelautan tersebut. Keberadaan lautan tersebut jika dikembangkan dan digunakan secara optimal dan dikelola secara benar akan mendatangkan kekuatan ekonomi yang luar biasa.

Dengan adanya perluasan wilayah kedaulatan dan wilayah kekayaan alam perairan Indonesia dari semula 2 juta km2 menjadi 9 juta km2 maka timbul tantangan baru yang perlu ditangani secara serius. Daerah perairan Indonesia yang cukup luas dengan panjang pantai lebih 81.000 km merupakan wilayah pantai yang subur dan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan perikanan. Industri perikanan di Indonesia yang awalnya didominasi oleh perikanan tangkap yaitu hanya mengandalkan hasil tangkapan di laut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lingkungan yang tidak seimbang. Apalagi pada tahun-tahun terakhir telah terjadi over fishing sehingga kelestarian sumber daya perikanan akan terus menurun.

Untuk menjaga kelestarian sumber daya lautan, Perikanan Budidaya merupakan langkah strategis yang harus terus dikembangkan, sebab selain akan menghasilkan produksi yang terus meningkat dan kontinyu, kelestarian sumber daya lauta juga akan tetap terjaga. Ikan Kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat penting dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Permintaan ikan Kerapu ini semakin tahun menunjukkan peningkatan yang tajam. Saat ini permintaan ikan Kerapu di pasar Asia termasuk negara-negara Asean cukup tinggi terutama Hongkong, China, Singapura, Taiwan dan Jepang.

Budidaya ikan Kerapu mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari lingkungan strategis yang ada dan potensi pengembangan yang tersedia. Upaya meningkatkan hasil produksi ikan Kerapu yang sekarang banyak dilakukan dengan menggunakan sistem budidaya Jaring apung dan pembesaran di Tambak. Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogatattus) merupakan jenis ikan laut komersial yang mulai banyak dibudidayakan orang, baik untuk pembenihan maupun pembesarannya karena menjanjikan prospek yang bagus. Jenis ikan Kerapu lain yang dapat dibudidayakan adalah Kerapu Sunu atau Kerapu Lodi (Plectomorphus leopardus dan P moculatus), Kerapu Bebek atau Kerapu Tikus (Chromileptes altivelis), Kerapu Lumpur (Epinephelus coioides), Kerapu Kertang atau Kerapu Naga (Epinephelus lanceolatus).

Ikan Kerapu macan merupakan jenis yang paling banyak diminati untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat, dalam 12 bulan bisa mencapai ukuran 5- 6 ons. Kerapu naga atau Kertang juga mempunyai prospek yang sangat bagus karena pertumbuhannya lebih cepat dari pada Kerapu Macan namun benihnya saat ini masih belum diproduksi secara massal. Indonesia merupakan produsen terbesar benih Ikan Kerapu, pusat pembenihan sekarang ini yang terbesar adalah di Situbondo Jawa Timur baik jumlah usaha pembenihan ataupun jumlah produksinya.
Mississippi Jones Act
Mississippi Jones Act Counter

Karamba Jaring Apung

Karamba Jaring Apung
Kerapu Bebek (Chromileptes altivelis)